KELEMBAGAAN DESA WISATA
KELEMBAGAAN DALAM DESA WISATA
A. Struktur Organisasi
Job Description
Ketua
1. Mengambil
keputusan dalam setiap persoalan dengan mempertimbangkan pendapat anggota dan
kondisi sekitar agar tujuan utama desa wisata dapat tercapai.
2. Menjadi
intermedia actor dalam permasalahan
yang terjadi agar tidak terjadi perpecahan di suatu organisasi.
3. Mengawasi
setiap bawahannya agar desa wisata dapat berjalan secara efektif dan efisien.
4. Memberikan
motivasi kepada bawahan.
5. Mengkoordinasikan
kegiatan-kegiatan bawahan.
6. Meningkatkan
produktivitas desa wisata.
Sekretaris
1. Mengurusi
surat menyurat desa wisata
2. Membuat
jadwal dan mengatur pertemuan dengan mitra desa wisata.
3. Menjadi
mediator antara pimpinan dan bawahan.
4. Mengatur
kegiatan administrasi desa wisata.
5. Memberikan
ide-ide bagi ketua guna mengembangkan desa wisata untuk menjadi lebih baik.
Bendahara
1. Menerima
aliran dana baik itu pendapatan dari kegiatan wisata maupun dana dari sumber
lain.
2. Menyimpan
dana yang diperoleh agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
3. Menyusun
laporan keuangan sebagai laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
4. Membuat
rencana anggaran belanja desa wisata.
5. Mengeluarkan
dana dengan persetujuan ketua.
6. Membagi
keuntungan kepada pengelola dan warga sekitar dengan memperhatikan peraturan
yang telah ditetapkan sebelumnya.
7. Menjalin
hubungan baik dengan beberapa pihak khususnya pihak yang berhubungan dengan
keuangan.
Sie
Pemasaran
1. Memperkenalkan
produk maupun jasa pariwisata kepada masyarakat luas guna menarik konsumen.
2. Menghasilkan
pendapatan bagi desa wisata dengan menjual produk atau jasa pariwisata desa
wisata.
3. Menyerap
dan menyampaikan informasi kepada desa wisata mengenai hal-hal yang berkaitan
dengan peningkatan mutu produk atau jasa wisata yang disediakan.
4. Membuat
strategi pemasaran produk atau jasa wisata yang berkelanjutan.
5. Mencapai
target pendapatan yang telah ditetapkan bersama.
6. Memastikan
kepuasan pelanggan akan produk atau jasa yang telah diberikan.
Sie
Kebersihan dan Keamanan
1. Menjaga
kebersihan dan keamanan sekitar.
2. Mengatur
jadwal rutin untuk perawatan dan perbaikan desa wisata (kerja bakti dan sebagainya).
3. Menentukan
prosedur keamanan desa wisata.
4. Memeriksa
secara berkala kebersihan dan kemanan desa wisata dan juga wisatawan.
Sie
Humas
1. Menyiapkan
kebijakan pengelolaan informasi
2. Merencanakan
dan mengelola dokumentasi.
3. Menyelenggarakan
publikasi.
4. Menerima
keluhan wisatawan maupun masyarakat local demi kebaikan desa wisata.
5. Menyelenggarakan
dan mengelola komunikasi internal maupun eksternal.
6. Menjalin
kerjasama dengan berbagai pihak (Travel agent, biro perjalanan wisata)
Sie
Lapangan
1. Menyusun
paket wisata yang akan dijual kepada calon wisatawan.
2. Menjadi
guide bagi wisatawan.
Sie
Sarana dan Prasarana
1. Bekerjasama
dengan sie kebersihan dan keamanan untuk melakukan perawatan sarana dan
prasarana yang ada di desa wisata.
2. Menyiapkan
kebutuhan seluruh kegiatan yang akan berlangsung di desa wisata dengan
berkoordinasi dengan seluruh pihak.
3. Menganalisis
kebutuhan-kebutuhan akan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh desa wisata.
Pengembangan
1. Melakukan
analisis mengenai kelebihan dan kekurangan desa wisata.
2. Membuat
rencana pengembangan desa wisata dengan berkoordinasi dengan bagian sarana dan
prasarana, lapangan, ketua, dan juga bendahara.
3. Melakukan
study banding ke beberapa desa wisata yang telah sukses.
4. Menetapkan
kapasitas daya dukung desa wisata.
Siapa saja yang perlu terlibat dalam
pengelolaan desa wisata?
Masyarakat lokal
Masyarakat lokal adalah elemen
terpenting dalam pengelolaan desa wisata dikarenakan mereka yang mengetahui
kondisi lapangan. Masyarakat juga merupakan aktor utama baik itu dalam kegiatan
pengelolaan maupun kegiatan wisata.
Pemerintah
Pemerintah memiliki peran dalam
melakukan bimbingan kepada masyarakat lokal agar tidak terjadi kesalah pahaman
maupun hal-hal lainnya yang tidak diinginkan. Membuat kebijakan yang
berkesinambungan dan memberikan dana bagi keberlangsungan dan pembangunan desa
wisata.
Komunitas
Desa wisata merupakan salah satu
jenis pengembangan wisata yang berbasis masyarakat. Oleh karena itu peran
komunitas sangat dibutuhkan dalam pengelolaan dan pengembangan desa wisata.
Contoh desa wisata dengan kelembagaan
yang bagus
Desa Wisata Tembi
Mengapa?
1. Desa
wisata Tembi menyediakan atraksi-atraksi wisata yang berbasis industry pariwisata
kreatif seperti membatik, membuat makanan tradisional, dan berladang dengan
melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandunya.
2. Tidak
mendatangkan investor.
3. Melakukan
pertemuan rutin setiap tiga bulan sekali.
4. Sebagian
besar masyarakat Desa Wisata Tembi sadar wisata.
5. Pengelola
dan juga masyarakat mengetahui, memahami, dan melaksanakan job desc masing-masing.
Contoh desa wisata dengan kelembagaan
kurang bagus
Desa Wisata Kembangarum
Mengapa?
1. Dicabut
ijinnya sebagai desa wisata karena tidak adanya partisipasi masyarakat sekitar.
2. Melibatkan
dan bertumpu pada investor untuk pengembangannya.
3. Tidak
ada job desc yang jelas.
4. Hanya
20% masyarakat yang menjadi pengelola Desa Wisata Kembangarum.

Komentar
Posting Komentar