ESENSI KEHIDUPAN BAMBANG PECRUK PANYUKILAN (PETRUK)


PETRUK

Gambar 1 : Petruk

                Petruk merupakan salah satu dari tokoh punakawan dalam Pewayangan Jawa. Petruk merupakan anak Gandrawa dan merupakan anak angkat Semar yang kedua setelah Gareng. Gandrawa adalah sejenis jin dalam cerita Jawa. Berdasarkan cerita pedalangan Petruk merupakan anak pendeta raksasa yang sedang bertapa di dalam lautan yang bernama Begawan Salantra. Nama kecil Petruk adalah Bambang Pecruk Panyukilan Petruk merupakan salah satu anggota dari Prepat atau Punakawan yang bertugas membimbing raja ke hal baik.
            Petruk memiliki istri yang bernama Dewi Ambarwati, putri Prabu Ambarsraya. Dewi Ambarwati dipersunting oleh Petruk melalui perang tanding di kerajaan Pandansurat. Petruk berhasil mengalahkan beberapa pesaingnya, yaitu : Kalagumarang dan Prabu Kalawahana. Petruk dan Dewi Ambarwati dikaruniai satu orang putra yaitu Lengkungkusuma.  
                Ia gemar bersenda gurau, baik dalam tingkah lakunya, dan senang berkelahi. Petruk memiliki petuah yang sampai sekarang masih digunakan dalam dunia nyata yaitu “ Kawula iku tanpa wates, Ratu kuwi anane mung winates “ yang artinya Rakyat itu tanpa batas, sedangkan Ratu itu terbatas. Artinya melayani rakyat dan memperjuangkan rakyat itu lebih penting daripada mematuhi keinginan atasan.
            Beberapa sifat Petruk adalah :
·         Humoris
·         Memiliki jiwa kepemimpinan
·         Berjiwa sosial
·         Bijaksana
·         Adil
·         Jujur
·         Membela yang benar
·         Setia
·         Dan menerima kritikan demi kebaikan dirinya.
Sifat Petruk tersebut hampir mirip dengan sifat yang ada pada dalam diri saya. Namun, tidak sepenuhnya semua sifat Petruk tersebut terdapat dalam diri saya. Saya merupakan orang yang kurang bisa menerima kritikan dan memiliki jiwa sosial yang rendah. Oleh karena itu, saya mengambil contoh Petruk dengan harapan saya dapat belajar mengenai nilai-nilai kehidupan dari Petruk.

Oleh
Nody Prastyo
Diploma Tiga Kepariwisataan Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
2016


Referensi
Endraswara, Suwardi. 2014. Petruk Dadi Ratu : Polah-Tingkah Penguasa yang Tidak Mampu. Yogyakarta : Narasi.
Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah (Edisi Kedua). Yogyakarta : Tiara Wacana





Komentar